Peringatan Maulud Nabi Muhammad 1432 H, Bekerja adalah Ibadah yang Didasari Ilmu Pengetahuan

E-mail Cetak PDF




Jakarta – Ibadah bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan juga kebutuhan. Demikian yang ditekankan K.H. Edi Junaedi Nawawi pada Tabligh Akbar dengan tema “Melalui Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, Kita Jadikan Rasulullah Sebagai Suri Teladan dalam Merubah Mindset dan Cultureset  Pegawai untuk Peningkatan Kinerja di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM” pada Jumat (27/01) di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM.
Lebih lanjut, K.H. Edi Nawawi menjelaskan bahwa bekerja adalah salah satu ibadah. Dalam Islam, tujuan beribadah hanya satu, yakni mendapatkan ridho Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam Q.S. Adz-Dzariyyat ayat 56:  “Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku”.


Selain tujuan, ibadah juga mempunyai hikmah seperti diterangkan K.H. Edi Nawawi, yaitu untuk kebutuhan manusia. Contoh, sholat seorang muslim tidaklah sah tanpa wudhu. Berwudhu itu bukan hanya kewajiban, melainkan juga kebutuhan berwujud kebersihan jasmani dan rohani.


Terkait berwudhu, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa orang yang berwudhu, keluar dari badan orang tersebut kekejian, sampai dengan tetesan air yang terakhir.” Keji yang dimaksud Rasulullah meliputi banyak hal. Mulai dari berbohong, memfitnah, hingga Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN). Karena itu, apabila seseorang berlaku KKN, maka orang tersebut bisa disebut keji.


K.H. Edi Nawawi juga menekankan bahwa dalam bekerja selain karena ibadah juga harus karena ilmu pengetahuan, sebagaimana tauladan dari Nabi Muhammad SAW. Bahkan, tempat lahir Nabi Muhammad, yakni Al-Maktaba di Makkah, saat ini dijadikan Simbol Sumber Ilmu Pengetahuan. Tempat lahir Nabi merupakan salah satu pengertian dari Maulid. Selain itu, Maulid juga bisa diartikan Waktu Kelahiran Nabi Muhammad, yaitu 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah.


Sementara itu, Maulud merupakan istilah yang berbeda dengan Maulid. Maulud berarti orang yang dilahirkan. Sehingga, pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad seperti ini kita menamakannya Maulud Nabi, sebab yang kita peringati adalah orang yang dilahirkannya, yaitu Rasulullah Muhammad SAW.


Turut hadir dalam Tabligh Akbar tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Bambang Rantam Sariwanto dan lebih dari seratus pegawai Kementerian Hukum dan HAM. (Laila/ Bowo)

IMG 0011
IMG 0011

IMG 0011