Workshop Hasil Penelitian tentang Efektivitas Peraturan Perundang-undangan Perikanan Budidaya dalam upaya Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Wilayah Pesisir Indonesia

1 kupang 1a

 

Kupang - Bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM NTT, Bpk. Suez Rizal, membuka kegiatan Workshop hasil penelitian tentang Efektifitas Peraturan Perundang-undangan Perikanan Budidaya dalam upaya pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Wilayah Pesisir Indonesia, Selasa (25/09).

 

Kegiatan Workshop ini diselenggarakan kerjasama Badan Litbang HAM dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi Program Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa (PKPP) 2012, dilaksanakan selama 1 (satu) hari dengan 30 (tiga puluh) peserta yang terdiri dari : 1) Biro Hukum Pemda Prov.NTT dan Kota Kupang, 2) Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Prov.NTT dan Kota Kupang, 3) Badan Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian Daerah Pemda Prov.NTT dan Kota Kupang, 4) Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Prov.NTT, 5) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov.NTT dan Kota Kupang, 6) Dinas Kelautan dan Perikanan Prov.NTT dan Kota Kupang, 7) Balitbang Daerah Kota Kupang, 8) Fakultas Hukum Umum Univ.Nusa Cendana, 9) Fakultas Pertanian Univ. Nusa Cendana dan 10) Lembaga Penelitian Univ. Nusa Cendana Kupang.

 

Ketua Tim Penelitian Bpk Henry Donald Lbn Toruan dari Badan Penelitian dan Pengembangan HAM (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI didampingi Bpk. Sujatmiko, dan Bpk. Yuliyanto, dari Balibang HAM Kementerian Hukum dan HAM RI. Sebagai Pembicara beliau menyampaikan bahwa tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh peluang, tantangan dan hambatan pengembangan perikanan budidaya, termasuk rumput laut dan tambak garam, di wilayah pesisir Provinsi NTT, dan ternyata melalui penelitian ini diperoleh hasil bahwa peluang Provinsi NTT untuk menjadi tempat pengembangan perikanan budidaya, garam dan rumput laut sangat baik. Mengingat Provinsi ini memiliki garis pantai 5.700 km sangat cocok untuk perikanan budidaya. Demikian juga dengan rumput laut, kualitasnya sangat bagus karena didukung oleh parameter air yang cocok bagi perkembangan biologis rumput laut tsb. Begitu juga dengan garam sangat cocok dikembangkan di pesisir NTT, karena cuaca Prov.NTT pada umumnya lebih panjang musim kemarau dibanding dengan musim hujan. Lebih lanjut beliau menyampaikan tantangan yg dihadapi adalah bagaimana merubah budaya masyarakat agar mau menjadi pembudidaya ikan, garam dan rumput laut serta hambatannya adalah jaringan pemasaran yg belum tercipta, belum adanya enterpreneur yang bergerak di bidang pembudidayaan dan aspek permodalan. (humas)

 

1 kupang 1a1 kupang 1a

 

  • Tetap Optimis
  • Terus Berjuang
  • Jangan Melempem
  • Tidak Koruptor
  • Harus Bebas Korupsi

Promo Buku