Kendari – Minggu, 6 Novermber 2011, Perayaan Idul Adha 10 Djulhijah 1432 H di Rumah Tahanan Negara Klas IIA Kendari berlangsung pelaksanaan sholat ID dengan jamaah yang dihadiri Kepala Rumah Tahanan Negara Klas IIA Kendari Agus Pritiatno, Bc. IP,SH.,MH., para narapidana dan para pegawai serta keluarga pegawai di lingkungan Kantor Rumah Tahanan Negara Klas IIA Kendari. Ceramah yang dibawakan oleh khatib Jamaluddin, S.Ag dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan bahwa Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim agar menyembelih putranya Ismail AS adalah dalam rangka ujian terhadap kesetiaan dan loyalitasnya kepada Allah SWT, sekilas memang nampak janggal, ketika seorang nabi seperti Nabi Ibrahim masih perlu dilakukan uji kesetiaan dan ketaatan, namun kejanggalan ini akan segera hilang manakala kita menyadari bahwa kehadiran para nabi di dunia ini adalah untuk memberi contoh kepada umatnya. Apabila seorang nabi saja masih diuji loyalitasnya dan ketaatanya pada Allah, apalagi manusia-manusia lain yang bukan nabi tentu lebih layak untuk diuji.kalau nabi Ibrahim diuji oleh Allah agar menyembelih putranya, maka manusia diuji untuk menyembelih hartanya yang di simbolkan dengan binatang ternak, karena harta dan anak menurut Al Qur'an dianggap sebagai perhiasan dunia sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah dalam Surat Al Kahfi ayat 46," Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia". Agar manusia bisa betul-betul taqarrub kepada Allah, maka ia harus mau mengorbankan segala bentuk perhiasan dunia yang ada padanya, dalam arti lebih mendahulukan perintah Allah dibanding dengan kepentingan nafsu dan pribadinya.
Setelah pelaksanaan Sholat ID, Kantor Rumah Tahanan Negara Klas IIA Kendari juga melakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 2 (dua) ekor sapi dan 1 (satu) ekor kambing yang mana biaya pembelian hewan kurban tersebut dari para pegawai Rumah Tahanan Klas IIA Kendari yang nantinya daging dari hasil pemotongan tersebut akan di bagikan kepada para fakir miskin dan keluarga tidak mampu yang ada di Kota Kendari.


