Menkumham Canangkan Simbol Kuda di Hari Dharma Karyadhika

1

Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly, membuka Pekan Dharma Karyadhika Tahun 2017, Inovasi Layanan Publik Kementerian Hukum dan HAM, Legal Expo Dan Pameran Karikatur (12/10).

Pada kesempatan itu Yasonna Laoly menyampaikan makna Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) 2017 secara lengkap. “Pada peringatan hari jadi Kementerian Hukum dan HAM kali ini bertemakan “Kerja Bersama, Kami PASTI Melayani” yang disimbolkan oleh kepala kuda dan lambang tata nilai PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan, dan Inovatif)”, demikian ungkapnya.

IMG 20171011 WA0002

Adapun makna yang mendasari pemilihan tersebut adalah Kuda identik dengan simbol kecepatan, ketangkasan dan kekuatan. Dalam kehidupan kerajaan, kuda disimbolkan sebagai kesatria yang mempunyai martabat dan harga diri yang tinggi serta berwibawa. Sedangkan berdasarkan pengamatan ilmu fauna, kuda adalah binatang yang senang bergerombol, bergerak bersama-sama, berlari bersama-sama.

Warna merah melambangkan energi, kekuatan, keberanian, dan perjuangan. Sedangkan warna putih melambangkan kedamaian, spiritualitas, dan persatuan.

Adapun harapan dari pemilihan Logo HDKD Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2017 yaitu : pertama ASN Kementerian Hukum dan HAM adalah insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang mampu bekerja sama secara sinergis untuk mencapai tujuan yang mulia; ke dua ASN Kementerian Hukum dan HAM harus mempunyai jiwa kesatria, bermartabat dan mempunyai harga diri yang tinggi. Mampu bekerja keras, tekun, dan pantang menyerah; ke tiga ASN Kementerian Hukum dan HAM mempunyai loyalitas dan pengabdian total kepada bangsa dan negara tercinta; ke empat ASN Kementerian Hukum dan HAM akan mampu membawa Kementerian Hukum dan HAM menjadi Kementerian Yang Berkelas, Berkinerja tinggi, dan Mampu menghadapi segala tantangan dan hambatan.

Implementasi dari nilai-nilai dalam logo peringatan HDKD, Kementerian Hukum dan HAM dengan menyelenggarakan Pekan Dharma Karyadhika 2017 yang diisi dengan kegiatan pengabdian masyarakat, yaitu bakti sosial yang merupakan salah satu aktivitas nyata budaya gotong royong dan berbagi kepada sesama umat manusia tanpa terkecuali sekaligus menggambarkan loyalitas kita melayani masyarakat dan mengabdi kepada bangsa dan negara.

Adapun Penyelenggaraan Inovasi Layanan Publik, bertujuan untuk mendorong jajaran Kemenkumham untuk menjadi pelopor bagi perubahan digitalisasi, sehingga mampu berkinerja secara efektif dan efisien.

Sedangkan kegiatan Legal Expo 2017 dan Pameran Karikatur,adalah bagian dari apresiasi dan evaluasi langsung oleh stake holder dan salah bentuk sinergitas Kemenkumham terhadap institusi di bidang hukum dan hak asasi manusia lainnya untuk bergotong royong membangun hukum dan hak asasi manusia di Indonesia secara komprehensif.

Yasonna menyampaikan dengan semakin banyaknya tantangan, bagi Kementerian Hukum dan HAM, pada HDKD 2017 kali ini untuk tetap bertekad bekerja keras secara bersama-sama, memperbaiki diri dan melakukan transformasi digitalisasi dari proses manual menuju e-goverment berbasis teknologi informasi.

Terakhir Yasonna memberikan pesan kepada jajarannya agar dengan semangat Dharma Karyadika untuk mewujudkan visi dan misi Kementerian Hukum dan HAM melalui kerja keras secara bersama-sama, dan selalu melaksanakan kinerja secara Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan dan Inovatif (PASTI).(teguh. FotoZeki, Talitha).

2

3