Peran Pemasyarakatan Membentuk WBP Produktif

DSC 6344

Jakarta - Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tentunya tidak hanya untuk dijadikan sebagai ajang bernostalgia mengenang histori belaka. Lebih dari itu, peringatan ini merupakan momentum peningkatan kualitas diri bagi seluruh Insan Pemasyarakatan. Hal inilah yang disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Reynhard Silitonga saat menyampaikan laporannya pada acara Menuju 57 Tahun Pemasyarakatan yang digelar pada Senin (26/04/2021) sore.

Acara yang merupakan rangkaian akhir Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 dibuka dengan pameran karya berupa videografi, tarian, hingga pameran batik yang semuanya merupakan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari berbagai lembaga pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia. Didahului dengan program One Day One Prisons Product sejak sebulan sebelumnya, Ditjenpas menggaungkan ajakan serta himbauan kepada masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk hasil karya narapidana.

“Ajakan ini merupakan upaya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan bukan hanya sekedar hasil dari kegiatan menghabiskan waktu atau menjalani pidana semata, namun produk-produk ini juga adalah hasil karya yang berkualitas dan bernilai,” jelas Reynhard.

Dalam laporannya Reynhard juga menyebutkan bahwa omzet dari penjualan pada program One Day One Prisons Product tersebut mencapai angka 2,8 miliar Rupiah. Pembeli produk-produk ini tak hanya berasal dari kalangan pejabat daerah, namun juga dari pengusaha serta keluarga-keluarga dari Warga Binaan Pemasyarakatan serta para Petugas Pemasyarakatan.

Acara dengan slogan 'Akselerasi Adaptasi, Pemasyarakatan PASTI Maju ini selain dihadiri oleh para Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenkumham, juga dihadiri oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Eddy O.S. Hiariej, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Kepala Badan Narkotika Nasional Petrus Reinhard Golose, serta Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri.

Mahfud MD, dalam sambutannya menyatakan bahwa tugas lapas dalam membentuk WBP adalah menjadikan mereka manusia mandiri dan produktif.

“Lapas sebagai pranata sosial harus mampu membentuk manusia mandiri, sehingga ketika bebas nanti mereka (warga binaan pemasyarakatan) bisa kembali menjadi masyarakat yang siap berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional,” ujar Mahfud.

Mahfud juga menyinggung kondisi saat ini yang memiliki banyak tantangan karena pandemi Covid.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyatakan bahwa wabah Covid-19 ini membawa perubahan pada dunia, tidak hanya dalam bidang kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakatn lainnya. Namun Mahfud juga berpendapat bahwa rintangan ini, jika dikelola dengan cerdas, dapat berubah menjadi peluang.

“Seperti yang telah dilakukan oleh Kemenkumham yang dapat melihat ini sebagai peluang yang efektif dan menjadi modal yang berharga dan bermanfaat bagi para warga binaan di masa mendatang,” tutur Mahfud yang pernah menjadi Menkumham ini. (Dio, Foto: ZQ)

 DSC 6524

 DSC 6625

Info Kontak

Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Jl. HR. Rasuna Said kav 6-7 Kuningan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia-12940

Telp : 021 - 5253004

email : .

email aduan : .